judul

Antara Cinta dan Persahabatan (part 7)



Keesokan harinya, aku bangun terlambat jadi aku tak sempat sarapan, aku sangat terburu-buru. Untung saja aku berangkat tepat saat gerbang mau ditutup. Dikelas aku ngantuk banget, aku berkonsentrasi untuk menghilangkan ngantukku. Setelah bel istirahat aku buru-buru ke kamar mandi untuk mencuci mukaku dan menghilangkan rasa ngantukku. Setelah selesai aku teringat kejadian ini sama yang ada di dalam cerpenku, aku berfikir kejadian yang aku alami nanti aku pasti merasa lapar. Ternyata benar, setelah keluar dari kamar mandi perutku keroncongan lalu aku ke kantin. Aku coba ingat kejadian apa lagi yang akan terjadi. Sepulang sekolah aku bertemu dengan Sita.
“Hei kamu kesini!” kata Sita kepadaku
“Apa apa ya Sit?”
“Panggil aku kak” bentak Sita
“Ya kak, ada apa?”
“Kemarin kamu sama Reza kemana saja?”
“Gak kemana-mana kok”
“Alah………ngaku aja”
“Kemarin cuma pergi ke bazaar kok!”
“Ku kasih tau yaa… Reza itu pacarku jadi jangan pernah kamu mendekatinya, mengerti!”
Kata Sita, lalu pergi begitu saja meninggalkanku, aku masih tertunduk “Mengapa aku terlibat masalah ini, ini semua gara-garaku mengapa aku mau dengan dia dan mengapa aku mau menerima dia menjadi sahabatku” kataku dalam hati sambil berjalan pulang kerumah. Sesampainya dirumah mama menanyakanku, mengapa wajahku sedih dan muram, aku hanya menjawab kalau aku lagi capek lalu kutinggalkan mama begitu saja. Aku langsung merebahkan tubuhku diatas kasur kesayanganku. Masih terbayang bayang parkataan Sita dibenakku. Aku menangis sendirian dikamar.
“Fan, Fani……..mama boleh masuk gak?”
“Boleh….pintunya tidak dikunci….”kataku sambil mengusap tangisanku
“Ada apa Fan kamu nangis yaa?”
“Gak aku gak papa kok”
“Ya sudah, tuh…di luar ada yang mau bertemu dengan kamu”
“Siapa mam?”
“Siapa lagi kalau bukan Reza”
“Reza?”
“Iya, memang ada apa?”
“Aku gak mau ketemu dengan dia mam bilang saja kalau aku sedang tidur”
“Loo kenapa, kamu ada masalah dengan Reza?”
“Gak, gak ada masalah apa-apa”
“Tapi kenapa gak mau ketemu dia sudah menunggu lama”
“Aku nggak mau mam!”
“Sudahlah sana temui dia!”. Aku terpaksa menemui Reza. Ternyata Reza sudah menungguku di depan. Tetapi kepalaku terasa pusing, aku bisa menahannya, lalu…..
“Ada apa Za?”
“Hai……. ada waktu hari ini?”
“Memang mau kemana?”
“Temenin aku belanja”
“Sekarang?”
“Ya sekarang. Bisakan?”
“Gimana yaa…?”
“Ayolah Fan……..aku kan sahabatmu….ya mau yaa?”
“Ayolah terima saja ajakannya” kata mama yang datang disampingku
“Tapi mam……”
“Sudah sana ganti baju lalu berangkat”. Aku menuruti perintah mama. Setelah selesai aku terasa pusing, tetapi aku harus menahannya, dan aku bisa menahannya. Lalu aku menemui Reza, lalu berangkat.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 blogAriezlyda. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates